Dampak Tersembunyi dari Gerakan Bangunan Hijau di Indonesia
/ Wawasan / Artikel / Dampak Tersembunyi dari Gerakan Bangunan Hijau di Indonesia

Dampak Tersembunyi dari Gerakan Bangunan Hijau di Indonesia

Dipublikasikan pada: 8 Feb 2025 | Penulis: Marketing & Communications

Gerakan Bangunan Hijau di Indonesia berkembang pesat. Pada 2021, nilai pasar bangunan hijau mencapai $18.5 billion, mencerminkan 4% growth dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, meski ada kemajuan, Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga di kawasan dalam mengadopsi praktik bangunan hijau. Sebagai contoh, hingga 2023, Green Building Council Indonesia (GBCI) baru mensertifikasi 98 green buildings, sementara Singapura telah mensertifikasi sekitar 4,600 melalui skema Green Mark. Perbandingan ini menegaskan perlunya kebijakan yang lebih kuat dan peningkatan kesadaran di industri konstruksi Indonesia.

Pentingnya Gerakan Bangunan Hijau di Indonesia dan Konstruksi Hijau

Indonesia Green Building Movement: A model wind turbine and house on a table, with a woman presenting in the background, discussing renewable energy solutions.

Sektor konstruksi merupakan salah satu konsumen energi terbesar di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 30% of the country’s total energy usage. Angka ini diperkirakan naik menjadi 40% by 2030, sehingga efisiensi energi menjadi prioritas utama. Bangunan hijau tidak hanya membantu mengurangi dampak lingkungan tetapi juga menghasilkan penghematan biaya yang signifikan. Di Jakarta, misalnya, bangunan yang tersertifikasi hijau melaporkan 30% to 80% lower annual utility costs dibandingkan bangunan konvensional. Berbagai manfaat ini membuat konstruksi berkelanjutan menjadi pilihan menarik, baik bagi pengembang maupun pembuat kebijakan.

Gerakan Bangunan Hijau di Indonesia: Kebijakan dan Regulasi Pemerintah

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah untuk mendorong konstruksi yang ramah lingkungan, tetapi kebijakan yang ada saat ini masih terbatas cakupannya. Saat ini, green building standards are mandatory only for large buildings over 5,000 m². Artinya, sektor perumahan, yang mencakup 83% dari total kebutuhan energi bangunan, tidak diwajibkan mengikuti standar ini. Tanpa regulasi di sektor ini, sebagian besar potensi efisiensi energi Indonesia masih belum tergarap.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memperkenalkan a national regulation on green buildings in 2021, yang mencakup penilaian kinerja untuk bangunan yang tersertifikasi. Selain itu, lebih dari 3,000 buildings in Indonesia are now following mandatory green building codes, sementara lebih dari 100 buildings have voluntarily obtained green certification. Langkah-langkah ini menunjukkan kemajuan, namun implementasi yang lebih luas tetap dibutuhkan agar dampaknya benar-benar terasa.

Peran Nusantara dalam Pembangunan Berkelanjutan

Ibu kota baru Indonesia, Nusantara (IKN), diproyeksikan menjadi proyek unggulan bagi pembangunan perkotaan berkelanjutan. Berlokasi di Kalimantan Timur, Nusantara dirancang sebagai kota hijau, dengan lebih dari 75% of the government zone ditetapkan sebagai ruang hijau. Ini mencakup taman, hutan kota, dan koridor hijau yang mendorong keanekaragaman hayati serta meningkatkan kualitas udara.

Seluruh bangunan di Nusantara akan mengikuti standar lingkungan yang ketat, dengan mengadopsi fitur seperti panel surya, sistem pemanenan air hujan, dan desain hemat energi. Kota ini juga akan memprioritaskan transportasi publik serta infrastruktur yang ramah pejalan kaki untuk menekan emisi karbon. Dengan menetapkan standar setinggi ini, Nusantara menargetkan diri menjadi rujukan bagi kota-kota lain di Indonesia maupun di luar negeri.

Mengatasi Tantangan dan Melihat Ke Depan untuk Gerakan Bangunan Hijau di Indonesia

Meski gerakan bangunan hijau di Indonesia terus berkembang, tantangan masih ada. Lambatnya adopsi metode konstruksi hijau, terbatasnya penegakan regulasi, serta minimnya insentif bagi pengembang perumahan menjadi hambatan utama. Perbandingan dengan negara seperti Singapura menegaskan kebutuhan akan kebijakan yang lebih agresif dan partisipasi industri yang lebih luas.

Untuk mempercepat kemajuan, Indonesia dapat diuntungkan oleh insentif yang lebih kuat bagi pengembang, peningkatan kampanye edukasi publik, serta penegakan yang lebih tegas terhadap kode bangunan hemat energi. Dengan upaya berkelanjutan, Indonesia dapat membuka seluruh potensi konstruksi berkelanjutan dan mengurangi jejak lingkungannya.

Buka potensi bisnis Anda di pasar yang dinamis bersama layanan konsultasi ahli kami.

Dengan lebih dari 40 tahun keunggulan, kami menghadirkan solusi inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Hubungi Kami Hari Ini
Hubungi Kami Hari Ini

/ Hubungi Kami

Mari diskusikan bagaimana kami dapat mendukung rencana ekspansi pasar Anda di Indonesia.

 

  • Tidak ada hasil ditemukan

Situs ini dilindungi oleh reCAPTCHA dan Google Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan berlaku.