Menilik Industri Farmasi Indonesia: Pertumbuhan Cepat, Dorongan Lokalisasi, dan Realita Kepemilikan Asing
/ Wawasan / Artikel / Menilik Industri Farmasi Indonesia: Pertumbuhan Cepat, Dorongan Lokalisasi, dan Realita Kepemilikan Asing

Menilik Industri Farmasi Indonesia: Pertumbuhan Cepat, Dorongan Lokalisasi, dan Realita Kepemilikan Asing

Dipublikasikan pada: 25 Jun 2026 | Penulis: Marketing & Communications

Sektor farmasi Indonesia telah bertransformasi dari basis produsen lokal yang terfragmentasi menjadi industri strategis yang terkait erat dengan reformasi layanan kesehatan, kebijakan industri, dan rantai pasok global. Titik balik pentingnya adalah peluncuran BPJS Kesehatan pada 2014, yang mendorong peningkatan permintaan obat yang terjangkau dan berkualitas. Skylight menggambarkan pasar ini sebagai yang terbesar di ASEAN, dengan nilai yang diproyeksikan mencapai USD 11 billion pada 2025 dan mencakup sekitar 35% belanja farmasi kawasan. Sumber yang sama menyebut populasi Indonesia diproyeksikan mencapai 280.5 million pada 2025, menopang permintaan domestik yang kuat—memadukan pengadaan pemerintah dengan pertumbuhan konsumsi swasta untuk produk kesehatan OTC, suplemen, dan berbagai produk wellness.

Sejumlah pendorong permintaan yang bersifat struktural memperkuat arah pertumbuhan ini. Skylight melaporkan PDB tumbuh 5.12% secara tahunan pada Q2 2025, dengan pendapatan per kapita sebesar USD 5,800 nominal (USD 20,400 PPP). Skylight juga menempatkan belanja kesehatan pada USD 46 billion di 2024, dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 58.1 billion pada 2030. Demografi menambah tekanan: kelompok usia 60+ tumbuh 3.3% per tahun, dan urbanisasi diperkirakan naik dari 57% pada 2025 menjadi 65% pada 2035. Perubahan ini berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan terapi kardiovaskular, onkologi, dan anti-diabetes, serta naiknya minat pada produk OTC premium dan layanan e-health.

Lokalisasi dan Kesenjangan API: Titik Rantai Nilai yang Masih Rapuh

Lokalisasi paling terlihat pada dorongan untuk memperkuat kemampuan active pharmaceutical ingredient (API), karena ketergantungan impor masih menjadi isu berulang. KenResearch secara eksplisit menandai “dependence on imports for API procurement” sebagai tantangan pasar. Pada saat yang sama, API berkembang sebagai pasar yang berdiri sendiri. Grand View Research memperkirakan pasar API Indonesia menghasilkan USD 1,298.4 million pada 2023 dan diperkirakan mencapai USD 2,115.9 million pada 2030, yang berarti CAGR 7.2% pada 2024 hingga 2030. Baik Grand View Research maupun KenResearch menyebut API sintetis sebagai segmen terbesar pada 2023, sementara Grand View Research menambahkan bahwa biotech menjadi segmen sintesis dengan pertumbuhan tercepat selama periode proyeksi.

Ketergantungan impor tidak hanya pada bahan baku. IndexBox menyatakan kapabilitas inti industri lokal adalah manufaktur sekunder yang efisien, termasuk pencampuran, pembuatan tablet, pelapisan, dan pengemasan molekul generik. IndexBox juga menyebut formulasi lanjutan seperti injeksi kompleks, produk controlled-release, dan biologics masih sebagian besar diimpor dalam bentuk produk jadi. Ini menciptakan garis depan lokalisasi yang jelas: beranjak dari keunggulan manufaktur sekunder menuju bentuk sediaan yang lebih kompleks dan produk bernilai lebih tinggi. Secara paralel, segmentasi API dari KenResearch menunjukkan konsentrasi regional, dengan Indonesia Barat memimpin pada 2023 berkat infrastruktur, konsentrasi perusahaan, dan akses ke fasilitas R&D, serta mengaitkannya dengan investasi pemerintah pada infrastruktur kesehatan di Jawa.

Read also Pasar Layanan Kesehatan Indonesia: Jalur Investasi Berkeyakinan Tinggi di Bawah Cakupan Universal

Kepemilikan dan keterlibatan asing berada di dalam transisi yang lebih luas ini—bukan di luarnya. KenResearch menyoroti “growing investment from foreign companies,” bersamaan dengan meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi, yang mengindikasikan bahwa masuk pasar sering ditempuh melalui kemitraan, akuisisi, dan kehadiran operasional lokal. Namun, perusahaan tetap perlu menyusun rencana dengan mempertimbangkan titik-titik gesekan yang dipengaruhi oleh lingkungan asuransi nasional. IndexBox menekankan bahwa laju dan struktur perluasan National Health Insurance (JKN) serta penetapan paket manfaat akan sangat memengaruhi volume dan harga bagi segmen besar populasi. Hal ini membuat strategi lokalisasi, desain akses pasar, dan pemilihan mitra menjadi kunci untuk bersaing secara efektif di industri farmasi Indonesia.

Apa yang mendorong pertumbuhan permintaan di pasar farmasi Indonesia?

Pendorong utamanya mencakup perluasan akses melalui BPJS Kesehatan sejak 2014, pertumbuhan PDB 5.12% secara tahunan pada Q2 2025, serta penuaan demografi dengan kelompok usia 60+ tumbuh 3.3% per tahun. Urbanisasi diproyeksikan naik dari 57% pada 2025 menjadi 65% pada 2035, sehingga mendukung konsumsi layanan kesehatan yang lebih luas.

Seberapa besar pasar farmasi Indonesia diperkirakan pada 2025?

Skylight memproyeksikan nilai pasar akan mencapai USD 11 billion pada 2025 dan merepresentasikan sekitar 35% dari total belanja farmasi ASEAN.

Seberapa besar pasar active pharmaceutical ingredient di Indonesia?

Grand View Research memperkirakan pendapatan pasar API Indonesia sebesar USD 1,298.4 million pada 2023, meningkat menjadi USD 2,115.9 million pada 2030, dengan CAGR yang diproyeksikan sebesar 7.2% pada 2024 hingga 2030.

Di bagian mana Indonesia masih bergantung pada impor di sektor farmasi?

KenResearch mencatat ketergantungan pada impor untuk pengadaan API. IndexBox menambahkan bahwa injeksi kompleks, produk controlled-release, dan biologics sebagian besar masih diimpor sebagai produk jadi.

Seperti apa bentuk partisipasi asing di industri farmasi Indonesia?

KenResearch menyoroti meningkatnya investasi dari perusahaan asing serta aktivitas merger dan akuisisi yang kian ramai. IndexBox mencatat bahwa perluasan asuransi kesehatan nasional (JKN) dan desain manfaat dapat sangat memengaruhi volume dan harga, sehingga membentuk strategi masuk pasar dan kemitraan.

Buka potensi bisnis Anda di pasar yang dinamis bersama layanan konsultasi ahli kami.

Dengan lebih dari 40 tahun keunggulan, kami menghadirkan solusi inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Hubungi Kami Hari Ini
Hubungi Kami Hari Ini

/ Hubungi Kami

Mari diskusikan bagaimana kami dapat mendukung rencana ekspansi pasar Anda di Indonesia.

 

  • Tidak ada hasil ditemukan