Sektor akuakultur Indonesia telah tumbuh dengan kecepatan luar biasa dalam dua dekade terakhir. Produksi meningkat dari sekitar 994,000 metric tons pada 2000 menjadi 14.6 million metric tons pada 2021. Ini setara dengan laju pertumbuhan tahunan 13.65%, jauh lebih cepat dibanding rata-rata regional maupun global. Pada 2021, Indonesia Aquaculture Output Rise menyumbang 67% dari total produksi perikanan nasional, naik dari hanya 18.5% pada 1990.
Industri ini kini menjadikan Indonesia sebagai produsen akuakultur terbesar keempat di dunia, dengan pangsa 11.59% dari produksi global. Keberhasilan ini ditopang oleh ragam komoditas, mulai dari rumput laut merah dan tilapia hingga lele, udang laut, dan udang galah.
Indonesia Aquaculture Output Rise: Target Produksi dan Prospek Pasar
Proyeksi menunjukkan bahwa produksi ikan dan seafood Indonesia, tidak termasuk tanaman air, akan mencapai sekitar 7.07 million metric tons pada 2030. Dalam skenario pertumbuhan yang lebih agresif, angkanya dapat melampaui 10.1 million metric tons, menghasilkan nilai USD 39.5 billion dan menopang hampir 8.9 million pekerjaan.
Rencana pemerintah menargetkan produksi udang 2 million metric tons pada 2024 melalui revitalisasi tambak udang. Upaya ini diperkirakan akan mendorong akuakultur melampaui perikanan tangkap sebagai sumber ikan utama nasional sebelum 2030.

Pasar akuakultur bernilai lebih dari USD 10 billion pada 2022 dan diproyeksikan terus berkembang hingga 2029. Pertumbuhan populasi juga menjadi pendorong, dengan permintaan ikan domestik diperkirakan meningkat sekitar 915,000 metric tons pada 2030.
Keberlanjutan Menjadi Pusat Ekspansi
Pertumbuhan yang cepat memunculkan tantangan, terutama pada pasokan pakan. Permintaan pakan akuakultur diproyeksikan meningkat 71% dalam beberapa tahun ke depan. Memenuhi kebutuhan ini secara berkelanjutan sangat penting bagi ekonomi sekaligus lingkungan.
U.S. Soybean Export Council (USSEC) menyoroti peran bungkil kedelai AS sebagai bahan pakan yang berkelanjutan dan mudah ditingkatkan skalanya. Kedelai menawarkan kualitas nutrisi yang tinggi sekaligus mengurangi ketergantungan pada fishmeal, sehingga menekan dampak lingkungan terhadap sumber daya laut.
Inovasi dan Kemitraan Mendorong Perubahan
Kolaborasi antara para pemangku kepentingan di Indonesia dan mitra dari AS mendorong penerapan praktik berkelanjutan. Ini mencakup optimalisasi efisiensi pakan, peningkatan kualitas air, pengendalian penyakit, dan penguatan biosekuriti. Adopsi teknologi serta sistem ketertelusuran yang lebih baik juga membantu memperkuat pengelolaan lingkungan.
Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membantu melindungi ekosistem laut, memastikan ketahanan pangan, dan membangun daya tahan terhadap gangguan iklim maupun pasar.
Baca juga: Reroute Tiongkok & Dampak Pengalihan Perdagangan Indonesia
Indonesia Aquaculture Output Rise: Jalan Maju yang Seimbang
Sektor akuakultur Indonesia sudah menjadi kekuatan global. Tantangan ke depan adalah menjaga laju pertumbuhannya tanpa mengorbankan sumber daya alam. Dengan menyelaraskan peningkatan produksi dengan sumber pakan yang bertanggung jawab, inovasi teknologi, dan kemitraan yang kuat, Indonesia berada pada posisi yang baik untuk memenuhi target 2030 dan tetap menjadi pemimpin di pasar akuakultur global.
FAQ
Berapa proyeksi produksi akuakultur Indonesia pada 2030?
Sekitar 7.07 million metric tons untuk ikan dan seafood, tidak termasuk tanaman.Komoditas apa yang mendominasi sektor akuakultur Indonesia?
Rumput laut merah, tilapia, lele, udang laut, dan udang galah.Mengapa pakan berkelanjutan penting bagi akuakultur Indonesia?
Permintaan pakan diperkirakan tumbuh 71%, sehingga sumber yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mengurangi dampak lingkungan.Apa peran bungkil kedelai AS dalam sektor ini?
Menjadi alternatif fishmeal yang dapat ditingkatkan skalanya dan lebih ramah lingkungan untuk budidaya udang dan ikan.Kapan akuakultur akan melampaui perikanan tangkap di Indonesia?
Kemungkinan sebelum 2030, berdasarkan target pemerintah dan laju pertumbuhan saat ini.
Bicarakan kebutuhan Anda dengan kami di:
-
Riset Pasar
-
Perencanaan Strategis
-
Strategi Masuk Pasar
-
Merger dan Akuisisi
-
Analisis Rantai Nilai
-
Pembandingan Kompetitif
-
Distribusi & Kemitraan Strategis
-
Analisis Perilaku Konsumen